Hukum Islam Menjawab Tantangan Zaman

Oleh : Prof.DR.H. Abudin Nata, MA

(Intisari khutbah Jum’at, 02 Desember 2005 M / 29 Syawwal 1426 H)

Judul khutbah kita ini adalah mengenai “Hukum Islam menjawab tantangan zaman”. Ada beberapa hal terkait dan menarik.  Yang pertama adalah bahwa manusia menginginkan suatu kehidupan yang aman, tertib, nyaman, penuh keserasian / kerukunan, dan suatu hidup yang penuh ketertiban dan seterusnya.Dari kehidupan tersebut telah memungkinkan manusia dapat beraktivitas dalam seluruh kehidupan­nya, dalam bidang ekonomi budaya dan lain sebagainya manusia membutuhkan situasi yang seperti itu.

Karena itulah harus ada aturan, dan aturan itu sifatnya harus kokoh, harus kuat dan harus berasal dari yang menciptakan manusia, yaitu Allah SWT, yang dielaborasi, diuraikan, dijelaskan oleh Rasululoh SAW dan kemudian dijabarkan lebih lanjut oleh berbagai peraturan pemerintahan. Di sinilah Al-Qur’an surat Annisa ayat 59 يَآأَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ    artinya : “Wahai orang –orang yang beriman taatlah kamu sekalian kepada Allah (yakni kepada Al Qur’anulkarim), dan taatlah kamu sekalian kepada Rasul (kepada sunnahnya atau kepada hadistnya termasuk kepada sunah nabawiyahnya) dan kepada orang yang menguasai perkara…” .Imam Al Maruki di dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ‘Ulil amri terbagi dua :

a.    ‘Ulil amri fiddin adalah para Ulama, yang harus kita taati dan,

b.    Penguasa di dunia yaitu umaro’,

Hubungan ulama dan umaro adalah hubungan yang sangat penting dan sekaligus yang harus kita taati. Manusia memerlukan hukum atau aturan, karena manusia di samping memiliki sifat yang positif, juga memiliki sifat fujur (negatif). Di dalam berbagai ayat Al-Qur’an, manusia juga terkadang bersifat zhaluman, dia berbuat aniaya baik kepada dirinya maupun kepada orang lain. Manusia juga terkadang ber­sifat jahulan, dia membodohi dirinya sendiri ataupun orang lain, manusia terkadang bersifat kafuron, manusia terkadang bersifat enggan memberi, enggan mematuhi peraturan, manusia terkadang bersifat baaghin, melanggar, sifat-sifat lainnya yang negatif harus ditekan, harus dikendalikan dan untuk mengen­dali­kan­nya perlu peraturan. 

Dalam kaitan ini hukum adalah menjadi peranan penting, agar berbagai sifat negatif yang berada di diri manusia tidak muncul dipermukaan dan dia diganti dengan sifat-sifat yang positif, diganti dengan akhlak mahmudah, ahklakul karimah, sebagai pengganti akhlak al majmumah.Selanjutnya Imam Asy-Syathibi di dalam kitabnya Muwafaqoh, Beliau ketika menjelaskan hubungan agama dengan hukum, menyebut ada lima aspek yang harus dilindungi, adalah :

v   Untuk memelihara jiwa, memelihara kelangsungan hidup manusia, oleh karena manusia tidak boleh dibunuh atau membunuh diri.

 v   Hizbuddiin, memelihara agama, mengexpresikan agama untuk beribadah kepada Allah SWT, atau kepada Tuhan-Tuhan dalam agama lain.

v   Hizbul‘aqil (akal), untuk memelihara akal fikiran, karena akal adalah merupan suatu potensi yang luar biasa, manusia bisa merancang masa depan, manusia bisa setback, memikirkan masa lalu dan manusia bisa melakukan perubahan-perubahan  yang sangat besar, karena adanya suatu potensi intelektual dan ini harus dijaga, dan untuk menjaga itulah maka manusia dilarang untuk melakukan sesuatu yang bisa merusak akal, seperti; berjudi, minum-minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya yang dapat merusak akal dan bisa melakukan hal-hal yang negatif.

v   Agama; agama untuk memelihara harta, harta dalam perspektif Islam adalah sesuatu yang diperlukan, sesuatu yang netral bahkan sesuatu yang sesungguhnya bersih, sebagai indikasi dalam beribadah, bahwa kita menggunakan pakaian, menggunakan masjid dan lain sebagainya ini adalah suatu harta benda, Hadits Rasulullah SAW menyatakan, artinya : bahwa “orang yang baik, bukan orang yang meninggalkan akhirat hanya duniawi saja dan juga meninggalkan duniawi hanya akhirat saja, orang yang baik adalah orang yang meraih keduanya, bukanlah yang terbaik di antara kamu yang meninggalkan dunia hanya akhirat saja dan juga meninggalkan akhirat hanya dunia saja tetapi harus keduanya”.

v   Agama mengatur keturunan, dalam kaitannya adalah maka suatu proses pertumbuhan manusia di dalam kandungan itulah sesuatu yang harus dilindungi dan tidak boleh dibunuh dan karena itu berbagai tindakan seperti aborsi misalnya, adalah merupakan suatu pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.

Lima hal ini jauh sebelum dunia merumuskan, jauh sebelum declaration of the human right, jauh sebelum revolusi Prancis, jauh sebelumnya ada dokumen perundang-undangan lainnya. Islam dengan Al Qur’annul Karim telah mencapai satu tingkat kemampuan untuk mengungkapkan hal-hal yang fundamental bagi kehidupan manusia yang disebut dengan maqosidus syar’iyah, tujuan daripada agama yang Madani.

Hukum yang dibuat oleh Islam mengarah ke sana, mengarah untuk memelihara kelima hal tersebut yang merupakan hak asasi manusia.Semangat ini perlu ditangkap secara terus menerus dan jika kita ingin eksistensi dan peran fungsi hukum Islam  dalam masyarakat berbagai bangsa dan bernegara, maka problemanya harus terus ditangkap sehingga dia secara jelas dan kontributif mampu memberikan sumbangan yang besar dalam berbagai masalah.

Keadaan sifat hukum yang ekstelitas ini telah banyak dikaji, dan disitulah hukum Islam dapat ber­langsung dan berguna sepanjang zaman, namun suatu yang penting adalah ijtihad, suatu kemampuan untuk menggali mengerahkan segenap kemampuan untuk mengistimbat hukum, tentu di sini diperlukan kemampuan berbahasa Arab, kemampuan mengusai kaidah-kaidah hukum seperti; usuluddin, memahami sejarah arab, memahami leteratur lainya yang terkait, dan dalam kontek masyarakat Indonesia di mana Undang-Undang Dasar kita yang berdasarkan Pancasila dan UUD ‘45 dan berbagai peraturan lainya.

Ada lima hal yang perlu dipertimbangkan :

1)   Hukum Islam harus berdasarkan wawasan Islam, wawasan Islam yang integrated, Islam yang memadukan antara dimensi iman dan aqidah, secara simultan, dan utuh.

2)   Hukum Islam yang berwawasan Indonesia, problema yang dihadapi Indonesia berbeda, dan kita dapat menduga apabila para ulama di masa lalu seperti Abu Hanifah dan Imam Malik, Imam Syafi’I, Ibnu Hambal berada di Indonesia, maka produk-produk hukum akan disuaikan dengan perkembangan masyarakat Indonesia.

3)   Harus memiliki wawasan ilmiyah, hukum Islam yang berdasarkan hukum yang sangat berkaitan dengan kehidupan sosial kemasyarakatn kita, dimulai bangun tidur sampai kita dipanggil oleh Allah selalu berhubungan dengan hukum Islam. Di dalam kitab-kitab fiqih mulai dari yang rendah, mulai dari fathul qorib sampai fathul mu’in, selalu dimulai dengan bab thoharoh, dan disitu dibahas dengan berbagai aspek, ini menunjukakan bahwa hukum Islam berkaitan dengan berbagai kehidupan. Untuk pengembangannya maka diperlukan ilmu sosial, diperlukan bantuan konsep-konsep pendidikan, konsep ekonomi, konsep pertanian, konsep kebudayaan, dan lain sebagainya, karena produk hukum tersebut akan berkaitan dengan masalah tadi.

4)   Hendaknya juga selalu mempunyai visi kemoderenan. Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW adalah ajaran yang membawa kita ke masa depan dengan tidak melupakan masa lalu, kita harus memiliki pandangan ke depan. Dan dari pandangan ke depan, kita akan melihat berbagai masalah yang mungkin  muncul dan dalam kaitan ini hukum Islam harus mengantisipasinya kalau tidak, maka dia akan ditinggalkan

5)   Harus berwawasan kemanusian, yaitu suatu wawasan yang sifatnya lintas budaya, lintas agama, lintas bangsa dan seterusnya, ketika misalnya kita berada di jalan raya menemukan orang tertabrak, maka kita harus tolong dengan tidak mempertanyakan siapa dia, ini aspek kemanusian yang sifatnya universal. Maka dengan memperhatikan visi misi tadi, maka insya Allah hukum Islam akan tetap aktual, akan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memberikan konstribusi bagi terciptanya ketentraman kerukunan, kedamaian, kesentosaan, ketertiban dan seterusnya.   

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita dan dapat mengajarkan amalan yang mulia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: