Mengisi Kemerdekaan Dengan Keadilan

Oleh : Drs.H. Umay M. Dja’far Shiddieq, MA

 (Intisari Khutbah Jum’at tanggal, 19 Agustus 2005 M / 14 Rajab 1426 H) 

Allah SWT berfirman :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ artinya : “Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil, dan berbuat ihsan, pemberian kepada kaum kerabat, dan Dia melarang perbuatan keji, kemungkaran dan penganiayaan, Dia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapat selalu ingat” (QS.16 An-Nahl : 90).

إِنَّ اللهَ = Sesungguhnya Allah, Dia langsung menekankan nama-Nya yang paling Agung, menunjukkan penting­nya masalah berikut.

يَأْمُرُ = Fi’il mudhari’, menunjukkan sedang berlangsung dan terus menerus, tak henti-hentinya.اَلْعَدْلُ = a. Kalimat tauhid

b. Adil adalah berjalan lurus, dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Per­samaan itulah yang menjadikan seorang yang adil tidak berpihak kepada salah satu pihak yang berselisih, melainkan berpihak kepada kebenaran, di pihak manapun adanya.

c. Penempatan sesuatu pada tempat yang semestinya. Hal ini menghantar kepada persamaan meskipun boleh jadi secara kuantitas tidak sama.

d. Memberikan sesuatu hak kepada mustahiknya melalui jalan yang terdekat. Ini bukan saja menuntut sesuatu diberikan kepada pemiliknya, tetapi juga hak tersebut harus diserahkan tanpa menunda – nunda, karena itu sabda Rasulullah : “Menunda membayar hutang padahal sudah mampu termasuk aniaya (zhulm)”.

e. Adil berarti moderasi, tidak mengurangi dan tidak pula melebihkan.Ancaman bencana jika kezhaliman merajalela, sabda Nabi SAW :

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَاوَقَعَتْ فِيْكُمْ خَمْسٌ, وَأَعُوْذُبِاللهِ أَنْ تَكُوْنَ فِيْكُمْ أَوْتُدْرِكُوْهُنَّ : مَاظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ ِفىقَوْمٍ قَطُّ فَعُمِلَ بِهَابَيْنَهُمْ عَلاَنِيَّةً إِلاَّظَهَرَفِيْهِمُ الطَّاعُوْنُ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ ِفىأَسْلاَفِهِمْ, وَمَامَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّمُنِعُوْاالْقَطْرَ مِنَ السَّمَآءِ, وَلَوْلاَالْبَهَآئِمُ لَمْ تُمْطَرُوْا, وَمَابَخَسَ قَوْمٌ الْمِكْيَالَ وَاْلمِيْزَانَ إِلاَّأُخِذُوْا بِالسِّنِيْنَ وَشِدَّةِ الْمَؤُنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ, وَلاَحَكَمَ أُمَرَآؤُهُمْ بِغَيْرِ مَاأَنْزَلَ اللهُ اِلاَّ سُلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوُّهُمْ فَاسْتَنْفَدُ بَعْضَ مَاِفى اَيْدِيْهِمْ, وَمَاعَطَّلُوْاكِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ إِلاَّجَعَلَ اللهُ بِأسَهُمْ بَيْنَهُمْ. (واه احمدوابن ماجه عَنْ ابن عمررضي الله عنهما)

Artinya : “Coba kalian pikirkan, bagaimana jika lima perkara menimpa kalian, aku berlindung kepada Allah dari keadaan itu, atau menimpa kalian :1. Jika perzinahan merajalela di suatu bangsa, mereka lakukan dengan terang-terangan, maka akan muncul wabah penyakit atas mereka yang tidak pernah ada pada kaum sebelum mereka.2. Jika mereka enggan membayar zakat, maka hujan akan ditahan untuk mereka, sekiranya sudah tidak ada binatang, maka hujan tidak akan diturunkan lagi.3. Jika bangsa itu mengurangi takaran dan timbangan (berniaga dengan curang) maka mereka akan ditimpa bencana kelaparan, harga-harga membumbung tinggi, dan pemerintahan yang lalim.4. Jika pemerintahnya tidak menegakkan hukum berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka Allah akan menyerahkan bangsa itu kepada musuh mereka, lalu musuh mereka itu mencaplok apa yang ada di dalam kekuasaan mereka.5. Jika mereka mengabaikan kitab Allah dan sunnah Nabi mereka, maka Allah akan membiarkan mereka saling memangsa satu sama lainnya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)اَْلاِحْسَن = memberi keni’matan kepada orang lain, berbuat baik (Al Ashfahany) :

Maknanya lebih tinggi dan lebih luas dari makna al-‘adl ; Adil memperlakukan orang lain sama dengan perlakuannya terhadap diri sendiri, sedangkan ihsan memperlakukan orang lain lebih baik dari pada perlakuannya terhadap diri sendiri. ‘Adil, mengambil semua hak-hak anda, dan memberi semua hak orang lain, sedangkan ihsan, memberi lebih banyak dari pada yang harus anda beri, dan mengambil lebih sedikit dari pada yang harus anda ambil. Ihsan melebur dirinya sehingga dia hanya melihat Allah, yang dilihat hanya kebutuhan orang lain, inilah puncak kebajikan, demikian al-Haraali.

وَإِيْتَآئِ ذِىالْقُرْبَى

a) Memberi dengan mudah dan cepat.        

 b) Memberi sesuatu yang agung dan sangat berarti   

 c) Menghantar seseorang kepada yang agung dan bijaksanaIni hakikatnya anjuran memberantas kemiskinan, dimana dengan dua hal ; bekerja keras dan memberi bantuan.

Tiga perintah Allah di atas, disusul dengan tiga larangan berikut :اَلْفَحْشَآء = Perbuatan atau ucapan, bahkan keyakinan yang dinilai buruk oleh jiwa dan akal sehat.اَلْمُنْكَر = Segala sesuatu yang dilarang oleh agama, segala perbuatan atau ucapan yang tidak berkenan, orang-orang yang normal yang tidak direstui syari’atاَلْبَغْيِ = Aniaya, melampaui batas, menuntut hak di luar haknya, segala perbuatan yang melanggar hak dalam bidang interaksi sosial.

Penutup : يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

a) Mengisyaratkan tuntunan agama yang bersifat universal

b) Seyogyanya melekat terus dalam nurani setiap manusia

c) Menjadi kebutuhan pokok kehidupan sosial

d) Pelanggarannya mengakibatkan kehancuran kemanusiaanPengajaran Allah yang manfaat sepenuhnya akan kembali kepada manusia yang bersangkutan, kapan dan di manapun mereka berada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: