Mengikis Pendangkalan Iman dan Akhlak

(Intisari Khutbah Jum’at, 22 Juli 2005 M / 15 Jumadil Akhir 1426 H)

Oleh : KH. Abdurrahman Nawi

Pada dasarnya manusia itu tidak ma’shum seperti para Anbiya wal mursalin, manusia tidak luput dari kesalahan, kelalaian dan kelengahan. Di saat itulah mereka dapat meninggalkan ta’at dan kewajiban yang harus dikerjakan, padahal mereka tahu bahwa itu tidak baik dan merugikan. Inilah yang dikatakan pendangkalan iman dan akhlak. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisaa ayat 106 :
وَاسْتَغْفِرِ اللّهَ إِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماًً , artinya : “Dan mohonkanlah ampunan (Rasul yang mulia) kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS.4.An-Nisa : 106)

Terapi batinnya itu ialah dengan memperbanyak istighfar, dzikir, beramal shaleh dan bertaubat, sebagaimana Rasulullah SAW  bersabda :
1. 
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٍ وَدَوَاءٍ الذُّنُوْبِ الاِسْتِغْفَارِ , artinya : “Setiap penyakit itu ada obatnya, dan obat penyakit dosa adalah istighfar”
2. 
ذِكْرُاللهَ عَلَمُ الاِيْمَانِ وَبَرَاءَةُ مِنَ الِنَّفَاقِوَصِصْسِ مِنَ الشَّيْطَانِ وحِرْزِمِنَ النَّرانِ , artinya : “Dzikir kepada Allah itu adalah tanda bendera iman, terlepas dari sifat munafik, terpelihara dari Syetan dan terpelihara dari api neraka”
3. 
يَاتَّائِبُ مِنَ الذَّبِنْ كَمَنْ لاَذَنْبَ لَهُ , artinya : “Orang yang bertaubat dari dosanya itu seperti orang yang tidak berdosa “

Amal Shaleh lahir dari kesempurnaan iman, karena tidak mungkin iman itu dapat melahirkan amal perbuatan yang buruk dan keji, andaikata ada manusia berbuat kesalahan dan maksiat, itu bukan dari iman, melainkan dari hawa nafsu amarah bisuu-i’.Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Iman itu mencegah pembunuhan, orang mukmin yang sempurna imannya tidak akan melakukan pembunuhan dengan cara yang zhalim“ (HR. Bukhari, Abu Daud, Al-Hakim dari Abi Hurairah ).Kesimpulan :
1. Pada perinsipnya manusia itu tidak ada yang luput dari kesalahan.
2. Itighfar dan dzikir kepada Allah itu bagaikan alat pembersih.
3. Amal yang shaleh itu lahir dari kesempurnaan iman.
4. Penyakit batin dapat diterapi dengan banyak beristiqhfar, berdzikir, bertaubat dan berakhlak al karimah (beramal shaleh).
 

Satu Tanggapan

  1. terlalu sedikt isi nyaaa

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: