Mempelajari Al Qur’an dan Mengamalkan dalam Kehidupan

(Intisari Khutbah Jum’at, 15 Juli 2005 M / 8 Jumadil Akhir 1426 H)

 

Oleh : DR.KH. Zakky Mubarok, MA

 

Seorang sahabat bernama A’wam bin Haris pada suatu saat memasuki sebuah Masjid, tiba-tiba di masjid itu dia jumpai banyak orang bergerombol, ketika dia dekati ternyata kelompok orang-orang itu membicarakan hal-hal yang tak berfaedah, tak ada kaitannya dengan kehidupan duniawi dan ukhrawi dalam ajaran agama, bahkan mereka menjadikan obrolan-obrolan mereka itu hal yang sia-sia. Menjumpai kenyataan inilah kemudian dia datang ke rumah saidina Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah, yang waktu itu beliau sebagai khalifah, kemudian dia melaporkan keadaan seperti itu.

Tiba-tiba saidina Ali karamallahu wajhah mengatakan aku telah mendengar Rasulullah SAW  bersabda, “ketahuilah pasti akan menlanda fitnah yang besar terhadap umat Islam. Pada saat itulah Saidina Ali bertanya kepada Nabi, wahai Rasulullah “bagaimanakah jalan keluar kami, apabila terjadi fitnah besar di kalangan umat Islam ? Nabi ; menjawab hendaklah kamu berpeganga kepada Kitab Allah yakni Al Qur’an”.

Bahwa dalam kondisi bagaimanapun umat islam harus berpegang teguh kepada Al Qur’an, ini pula yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan) beberapa bulan sebelum beliau wafat, beliau bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ فَاِنْ تَمَا سَكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا اَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ yang artinya, “aku tinggalkan pada kalian dua pusaka, apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu kitab Allah dan Sunnahnya”. (HR. Al Hakim)

Ketika Saidina Ali memohon informasi kepada Nabi mengenai jalan keluar dari fitnah yang besar itu, Rasulullah SAW menyampaikan kalimat berikutnya, secara langsung kepada Saidina Ali  yang artinya : “karena Al Qur’an pusat imfomasi yang sangat lengkap, dalam Al Qur’an digambarkan peristiwa masa lalu, peristiwa-peristiwa pada masa kini dan yang akan datang. Kalau kita rajin mengkaji dan mempelajari Al Qur’an, berbagai peristiwa yang timbul pada saat ini, bahkan yang akan datang tidak akan panik. Gambarannya sudah disebutkan dalam Al Qur’an, bahkan bagaimanakah sikap orang kafir terhadap orang-orang mukmin. Gambarannya sudah jelas sekali dari masa ke masa sikap mereka sama.

Bagaimanakah sikap orang-orang mukmin itu digambarkan dari masa ke masa seperti itulah, sesungguhnya kehidupan ini adalah pengulangan dari masa lalu. Kalau kita lihat dari kehidupan kita sehari-hari ada kita jumpai, seorang ayah yang begitu baik, dia bekerja keras memeras keringat untuk menghidupkan keluarganya, kebahagiaan anak dan istrinya, Anaknya jadi pembangkang yang paling keras, ini kita jumpai sehari-hari, ayahnya yang begitu baik tapi anaknya tidak baik. Dalam Al Qur’an ini difigurkan oleh Nabi Allah Nuh As. Beliau seorang nabi yang berjuang berdakwah selama 950 tahun pengikut beliau sedikit sekali sehingga beliau mengadu kepada Allah SWT. قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلاً وَنَهَاراً فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارا نوح : 5-6) 

“Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru berdakwah untuk kaumku siang dan malam tapi sedikitpun tidak menambah jumlah mereka bahkan mereka lari porak-poranda dari aku”.(QS.71 Nuh : 5-6). Pengikutnya dalam jumlah kecil, bahkan anaknya sendiri adalah pembangkang yang paling keras itu disebutkan dalam Al Qur’an.

Ada juga kita jumpai di tengah-tengah masyarakat kita ayah yang tidak baik, sering berbuat hal-hal yang dilarang agama, sering berbuat maksiat, sering berbuat keji tapi masya Allah anaknya sangat baik, rajin belajar, dia lakukan kegiatan-kegiatan ibadah bahkan sampai ibadah sunah dia lakukan, padahal ayahnya adalah orang yang sangat tidak baik. Hal seperti ini difigurkan dalam Al Qur’an dengan Nabi Allah Ibrahim serta ayahnya bernama Adzar adalah seorang tukang pahat, seorang tukang kayu yang memahat patung-patung, kemudian patung itu disembah oleh kaumnya sebagai berhala.

 

Kalau kita jumpai di tengah-tengah masyarakat ada seorang suami yang begitu baik ia bekerja untuk keluarganya tapi istrinya menyeleweng, istrinya melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji ini difigurkan dengan figur Nabi Allah Luth As dengan Nabi Allah Nuh, bisa kita lihat dalam surat At Tahrim ; Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang cenderung pada istri Luth dan istri Nuh dua orang istri ini berada di bawah bimbingan dua orang Nabi yang shaleh tapi keduanya menghianati suaminya, maka kedua suaminya tidak bisa membela, maka dikatakan pada keduanya masuklah kamu berdua kedalam api neraka beserta orang-orang yang kafir.

Kalau tadi digambarkan seorang suami yang baik tapi istrinya tidak baik, ada juga yang istrinya baik tapi suaminya tidak baik itu figur Siti Asiah dengan Fira’un. Fira’un adalah manusia yang sangat zholim, sangat jahat, tapi istrinya orang yang sangat baik dan beriman. Semua gambaran kehidupan manusia digambarkan dalam Al Qur’an, bahkan Al Qur’an menggambarkan keluarga yang baik, suami baik, istrinya baik, anak-anaknya baik, turunannya baik, boleh Anda lihat dalam surat Ali Imran dari keluarga Imran itu para Nabi dari bani Israil, bahkan kalau kita melihat secara langsung dari Nabi Allah Ibrahim lahir putranya Nabi Ishaq, dan Nabi Ishaq lahir Nabi Ya’qub, dari Nabi Ya’qub lahir Nabi Yusuf, Karena itulah ketika Nabi ditanya oleh salah seorang sahabat tentang orang yang paling baik dari segi nasab adalah Nabi Yusuf, dia seorang Nabi, ayahnya seorang Nabi, kakeknya Nabi, buyutnya Nabi, semua itu dijelaskan dalam Al Qur’an.

 Marilah kita mempelajari Al Qur’an dan kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, kalau umat islam ingin meraih kejayaannya seperti semula, masalahnya marilah kembali kepada Al Qur’an.

Sekarang kita sangat mudah untuk mempelajari Al Qur’an, berbagai metode mempermudah kita untuk mempelajarinya, tafsir-tafsir Al Qur’an sudah banyak diterbitkan dalam bahsa Indonesia, rugilah kita kalau tidak mempelajari dengan baik. Semoga kita sekalian mendapat bimbingan dari Allah SWT. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: