Hijrah dan Tahun Baru Islam

(Intisari Khutbah Jum’at 27 Januari 2006 M / 27 Dzulhijjah 1426 H)

Oleh : Drs.KH. Moh. Adnan Harahap


Alhamdulillah dengan tidak terasa kita telah berada pada penghujung bulan haji (Dzulhijjah 1426), yang berarti beberapa hari lagi kita akan meninggalkan tahun 1426 H, dan akan memasuki Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1427 H.

Hijrah dalam sejarah Islam adalah satu peristiwa monumental yang sangat penting bukan hanya bagi kehidupan Nabi Muhammad SAW, tapi juga bagi pertumbuhan dan perkembangan agama Islam. Peristiwa itu adalah hijratur rasul dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian kota ini dikenal menjadi “Madinah Al-Munawarah”.

Betapa pentingnya peristiwa ini, hingga diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anfaal ayat 74:

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya : “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni`mat) yang mulia” (QS. 8 :74).

Dalam catatan sejarah tentang peristiwa hijrah telah terjadi pada zaman rasul-rasul, seperti; Nabi Ibrahim as., Nabi Musa as., dan Nabi Muhammad SAW.

Hijrah Nabi Muhammad SAW bersama seluruh umat Islam adalah dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah). Para ulama membagi hijrah dalam pengertian, antara lain :

1. Keluar dari Darul Harb, yaitu hijrah dari negeri kafir ke negeri Muslim.

2. Pindah dari suatu negeri yang dilanda perang ke negeri yang aman.

Nilai-nilai filosofis dari hijrah adalah pindah dari keadaan hidup yang penuh penderitaan kepada keadaan hidup yang lebih baik, aman dan sejahtera.

Umat Islam harus mempunyai semangat hijrah yaitu hijrah dari keterbelakangan kepada kemajuan, dari kebodohan kepada kecerdasan, dari kekufuran kepada keimanan. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang hakikat seorang Muslim dan seorang yang hijrah :

قال النبىصلعم: المسلم مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ والمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ عَمَانَهَى اللهُ عَنْهُ.

(riwayat Bukhari, Abu Dawud dan An-Nasa’i )

Maksudnya : “Hakikat seorang Muslim adalah seorang yang dapat menjaga lidah dan tangannya demi keselamatan orang lain. Sedang seorang yang berhijrah, pada hakikatnya adalah seorang yang dapat menjaga diri dari semua larangan Allah”.

Prinsip untuk menegakkan kejujuran dan kebenaran, latar belakang penetapan tahun hijriyah oleh Khalifah Umar bin Khattab dengan ucapan :اَلْهِجْرَةُ فَرقَتْ بَيْنَ الحَقِّ وَالْبَاطِل , maksudnya : penetapan tahun hijriyah adalah tegaknya kebenaran dan hancurnya kebatilan. Maka ditetapkanlah awal hijrah Nabi Muhammad SAW dengan seluruh umat Islam dari Mekkah ke Madinah menjadi tahun baru Islam.

Dalam menyambut datangnya tahun baru Islam 1427 H yang insya Allah beberapa hari lagi akan tiba, maka kaum Muslim Indonesia dan seluruh dunia hendaknya :

1. Kita hendaknya tafakkur, merenungkan perilaku kita masa yang lalu pada tahun yang segera kita tinggalkan. Perbuatan baik apakah yang pernah kita lakukan dan perbuatan buruk/negatif dan tercela yang telah kita perbuat pada masa lalu ? Agar kita dapat bertaubat dan bertekad berbuat yang terbaik pada tahun 1427 H yang akan datang. Khalifah Umar bin Khattab mengatakan :حَاسِبُوْا اَنْفُسَكُمْ قَبْلَ اَنْ تُحَاسَبُوا “Nilai dirimu sebelum dinilai orang lain”.

2. Kita perbaharui tekad untuk meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT serta meningkatkan kinerja kita untuk memperbaiki tarap hidup yang lebih baik dan sejahtera pada tahun baru Islam 1427 H yang akan datang.

Dalam membangun semangat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta niat lebih maju dan lebih baik masa yang akan dating, Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat : 18 :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ , artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. 59 : 18).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: